Jakarta – Desa menjadi magnet pembangunan pada pemerintahan Jokowi-JK. untukDaerah perbatasan dengan segala keterbatasannya merupakan sebuah bagian integral dari posisi geostrategis Indonesia dan akan terus ada selama Republik ini berdiri. Wajib dijaga, dipelihara dan dibangun secara sinkron dengan seluruh pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Dr. Suprayoga Hadi, MSP pada Rapat Kerja Pengembangan Kawasan Beranda Indonesia di Bogor hari ini (6/10). Suprayoga menuturkan bahwa pendekatan dalam pengembangan daerah perbatasan dan pulau kecil terluar dilakukan melalui pendekatan keamanan dan kesejahteraan (security & prosperity approach). “Pengembangan Kawasan Beranda Indonesia (PKBI) merupakan sebuah secara umum merupakan konsepi yang memandang daerah perbatasan adalah beranda depan negara bukan lagi sebagai halaman belakang negara”, imbuhnya.
Suprayoga menambahkan bahwa program pembangunan, baik langsung maupun tidak langsung di daerah perbatasan tentunya perlu diharmonisasikan untuk mencapai tujuan pembangunan yang berbasiskan pada pendekatan kesejahteraan. PKBI butuh dukungan, sebagai fungsi beranda, ia menjadi etalase negara, tempat untuk berbisnis, dan berinvestasi. Untuk mencapai hal tersebut tentunya diperlukan sarana prasarana dasar seperti infrastruktur fisik pendukung konektifitas. Selanjutnya adalah peningkatan kapasitas sumberdaya manusia. Tidak kalah penting, segala potensi sumberdaya alam yang memiliki potensi untuk daya tarik perlu dikembangkan. Pada akhirnya perlu dibuat regulasi mengenai insentif untuk calon investor yang akan menempatkan modalnya di daerah perbatasan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Daerah Perbatasan, Dra. Endang Supriyani, mengatakan bahwa Direktorat Perbatasan sedang mempersiapkan bentuk sinkronisasi dan harmonisasi pembangunan di wilayah perbatasan melalui forum bisnis yang direncanakan akan mengundang pada stakeholder terkait terkait pengembangan dan investasi di daerah perbatasan dan pulau kecil terluar. “Kami menggandeng beberapa universitas terkemuka diantaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN), untuk membantu memformulasikan bentuk sinergi, potensi, dan investasi pembangunan di kawasan perbatasan dan pulau kecil terluar”, ujar Endang.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dan rencana lanjutannya dapat memberikan gambaran atau profil investasi daerah perbatasan yang mencakup hulu ke hilir, proses produksi ke pemasaran (chm) foto - mediaindonesia.

